Akses Internet Menggunakan NTS

PT Natrindo Telepon Seluler (NTS) merupakan operator seluler nasional baru yang
mengusung teknologi GSM dan 3G di Indonesia. Saat ini layanan yang dimiliki baru
dapat dinikmati di tiga kota: Bandung, Surabaya, dan Jakarta, hanya saja sifatnya masih
terbatas untuk karyawan NTS dan Lippo Group. Belum ada informasi kapan akan
tersedia untuk umum.
Hal yang menarik bagi saya selama masa promosi terbatas ini adalah diberikannya akses data 300 MB per bulan
secara gratis. Akses data ini dapat digunakan untuk menjelajah internet dengan menggunakan teknologi
GPRS/UMTS (3G) dengan kecepatan hingga 384 kbps. Sejak awal bulan ini, saya berkesempatan
menggunakannya dan beberapa kali mencobanya untuk mengakses internet baik melalui handphone maupun
PC dengan handphone sebagai modem.
Untuk wilayah Bandung, tepatnya di kawasan Jalan Asia Afrika, sinyal 3G dapat diterima dengan baik, dengan
indikator tiga atau penuh empat bar. Ketika digunakan untuk akses internet cukup lancar, hanya saja beberapa
hari ini ketika akses melalui PC dengan menggunakan modem handphone kadang-kadang terputus secara tibatiba.
Di rumah saya di sekitar Ujungberung, meskipun indikator sinyal 3G menunjukkan dua bar, tetapi hanya
bisa digunakan untuk menelpon dan berkirim SMS, sedang untuk akses GPRS/UMTS belum pernah bisa sama
sekali. Memang, jika melihat coverage area, wilayah ini belum masuk.
Baik untuk akses langsung melalui handphone maupun yang dihubungkan dengan PC, saya menggunakan
handphone LG KU250. Untuk menambahkan setting access point, saya melakukannya dengan mengisi form di
websitenya, dalam waktu singkat setting diterima dan siap untuk diinstall. Untuk melakukan secara manual dan
ketika membuat koneksi pada komputer, parameter-parameter yang bisa digunakan:
Connection name: NTS (atau apa saja)
Access Point (APN): ntswap
Username: nts
Password: natrindo
Homepage: http://wap.nts.co.id
Connection mode: TCP with proxy
IP Address: 10.8.1.8
Proxy Port: 8080
Security: Not secure
Phone number : *99***1#
Extra setting pada modem: AT+cgdcont=1, “IP”, “ntswap”
Untuk kecepatan aksesnya, bagi saya sudah cukup bagus mengingat
baru kali ini merasakan akses internet dalam kategori 3G. Gambar di
samping diambil ketika tadi siang saya coba melakukan download file
dari 4shared.com dengan account biasa, jadi hanya satu koneksi. Dan
gambar-gambar di bawah merupakan hasil tangkapan ketika dilakukan
Internet, Free Stuff, Mobile
pengujian melalui Speedtest.net dengan lokasi server yang dipilih
Jakarta dan San Francisco.
Dari websitenya, dinyatakan kalau masa promosi berlaku sampai dengan 31 Desember 2007, jadi masih ada
waktu sebulan menikmati akses data gratisnya. Belum ada informasi berapa biaya akses setelah masa promosi
berakhir atau setelah tersedia untuk umum. Semoga saja diperpanjang masa promosinya atau tetap gratis
seterusnya

Daftar Distro Linux Indonesia (Always Updated)

Perkembangan sistem operasi Linux di Indonesia, terutama sejak milenium baru banyak melahirkan distro-distro
berbahasa Indonesia, atau setidaknya distro Linux ‘buatan’ komunitas IT Indonesia. Untuk diagram sejarah
perkembangan asal-usul distro GNU/Linux Indonesia, bisa dilihat di situsnya Mas Made. Berikut ini daftar distro Linux
Indonesia yang sempat dirilis (beberapa link mungkin down):

- Trustix Merdeka, merupakan sebuah distribusi Linux untuk desktop dengan mengambil basis Trustix Secure Linux.
Dengan penekanan pada security, paket-paket aplikasi yang disertakan di dalam Trustix Merdeka merupakan paket
pilihan, dengan auditing yang cukup ketat untuk setiap sumber yang disertakan. Distribusi Made in Indonesia ini
bertujuan lebih dari sekedar distro Linux saja. Ditargetkan menjadi jalur komunikasi masyarakat Linux dan IT. Bahasa
Indonesia yang digunakan dapat dikatakan sebagai faktor pemersatu. Trustix Merdeka terhenti pengembangannya sejak
Maret 2003.

- Bijax, adalah sistem Linux sendiri yang dikembangkan pada mulanya berdasarkan linuxfromscratch. Bijax dapat dibuat
untuk promosi linux, bisa juga digunakan bagi yang mau kenal linux, tapi enggak mau install, distro ini tidak mendukung
jaringan.

- WinBI, adalah perangkat lunak yang berisikan aplikasi umum berbahasa Indonesia. Dengan Software RI diharapkan
mengejar ketertinggalan adopsi teknologi komputer secara luas di masyarakat, selain itu dimungkinkan untuk digunakan
pembelajaran bahasa asing dalam teknologi komputer.

Hal ini dimungkinkan dengan tersedianya alternatif penggantian bahasa yang digunakan dalam Software RI ini. Software
RI juga disebarluaskan untuk memberikan kemudahan dalam penggunaan komputer pada masyarakat pada umumnya
selain sebagai piranti pelatihan yang murah, handal dan legal. Dengan demikian diharapkan maka masyarakat Indonesia
akan banyak menggunakan komputer tanpa keraguan dan kendala bahasa.

- Rimbalinux, dilatarbelakangi minimnya distro buatan Indonesia, minimnya semangat kerjasama dalam komunitas Linux
Indonesia, dan belum ada distro yang mewakili identitas Indonesia, maka distro Rimbalinux dibuat sebagai distro Linux
desktop ringan yang bisa dikembangkan (expandable lightweight linux desktop distribution).

- TrustCafe, adalah distribusi Linux yang dibuat oleh ATLANTIS INDONESIA bagi yang ingin membuat Warung/Kafe
Internet, namun tidak mau dipusingkan dengan Sistem Operasi. Sistem ini ini memiliki modul billing sistem yang
terintegrasi dengan TrustCafe. Distro ini menjadi bonus majalah InfoLinux edisi November 2002

- ROSe, sebuah distro turunan Knoppix yang di-remaster dengan aplikasi khusus oleh RAB Indonesia. Terdapat dua
edisi yang sempat beredar, yaitu edisi Game (dipaket bersama Buku Mini InfoLinux edisi Game), dan edisi Kasir/PoS
(bonus majalah InfoLinux edisi Maret 2004).

- LinuxSehat, merupakan sebuah program komunikasi (kampanye) penggenalan Linux bagi para pemula, merupakan
repackaging dari Knoppix, yang dibagokan secara gratis untuk menyambut pemberlakuan UU Hak Cipta tahun 2003.

- Komura adalah sistem jaringan server dan klien yang lebih murah karena sudah disertai sistem operasi tersendiri.
Komura sudah memiliki cukup banyak aplikasi untuk penggunaan internet, perkantoran hingga game. Pengguna
komputer tinggal menyesuaikan pilihan aplikasi dengan kapasitas hard disk yang dimilikinya. Distro ini menjadi bonus
majalah InfoLinux edisi Januari 2004.

- De2 (Debian Depok), link susah diakses, lihat De2.UI di bawah.

- DeAl (Debian Alternatif), lihat De2.UI di bawah.

- De2.UI Debian Depok U-buntu I-untung, terdiri dari sepasang berkas ISO Image. Pertama; berkas ISO instaler turunan
UBUNTU Linux. Kedua; kumpulan paket-paket campur-sari terakhir dari Debian, Ubuntu, dan lain-lain. Distro ini
biasanya diperbaharui (update) setiap akhir pekan.

- BlankOn 1.0, distro Linux berbasis Fedora Core yang dikembangkan oleh Yayasan Penggerak Linux Indonesia (YPLI).
Tujuan pengembangan BlankOn Linux adalah menghasilkan distro Linux yang sesuai dengan kebutuhan pengguna
komputer umum di Indonesia. Yayasan Penggerak Linux Indonesia (YPLI) bekerja sama dengan UNESCO dan
komunitas Linux lainnya telah mengembangkan BlankOn Linux 1.0 ini menjadi sistem operasi yang lengkap berbasis
http://prayudi.freecoolsite.com – ad-12 Labs Powered by Mambo Generated: 5 December, 2007, 06:54
Fedora Core 3 yang memanfaatkan software open source.

Versi 2 berbasis Ubuntu dan dikembangkan bersama Komunitas Ubuntu Indonesia.

- InulLinux, sebuah distro berbasis MoviX, live CD yang akan langsung menjalankan MPlayer setelah booting, khusus
edisi ini menampilkan video klipnya Inul bergoyang ngebor….(!)

- DollyLinux, distro berbasis Fedora Core (info diperoleh dari situs Mas Made di atas, info lebih lanjut belum ditemukan)

- Xnuxer, XNUXER LINUX dibangun di atas core Debian Sarge 3.1 dimana file binary diambil dari KNOPPIX 3.9.
Menurut sejarah perkembangan asal-usul distro GNU/Linux di Indonesia, ada tiga versi Xnuxer, yaitu: versi disket
(turunan dari Trustix Secure Linux), versi live (turunan dari Knoppix/Debian), dan versi install (turunan dari Slackware).

Konsep/ide yang di aplikasikan di XNUXER LINUX adalah membuat linux bisa digunakan dengan mudah oleh end-user
dengan memaksimalkan/mempercantik penampilan KDE tanpa mengurangi performance sehingga kalau Anda melihat
tampilan KDE XNUXER LINUX sangat berbeda dengan tampilan KDE yang umum.

Sebagian besar file binary yang ada di XNUXER LINUX di ambil dari KNOPPIX 3.9 (Knopper) yang sudah di customize.

- Waroeng IGOS, diprakarsai oleh Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi (BPPT) Kementerian Riset dan
Teknologi, Departemen Komunikasi dan Informatika, Asosiasi Warnet Indonesia, Pasifik Satelit Nusantara dan
Universitas Gunadarma.

Aplikasi ‘Waroeng IGOS’ mencakup kebutuhan aplikasi warnet 1 server untuk 3-10 klien, PC desktop, aplikasi office,
web browser, mail server serta manajemen dokumentasi. Khusus untuk aplikasi office, dikembangkan oleh Institut
Teknologi Bandung.

WaroengIGOS terdiri atas 3 CD: Server (install) yang berbasis Fedora, Server (live), dan Client (live) yang berbasis
Knoppix.

- IGOS Desktop, Jakarta, 6 Agustus 2005

IGOS SISTEM DESKTOP NASIONAL lahir dari kreativitas anak bangsa sebagai penjabaran dari deklarasi IGOS
(Indonesia, Go Open Source!) pada tanggal 30 juni 2004 oleh :

- Menteri Riset dan Teknologi,

- Menteri Komunikasi dan Informasi,

- Menteri Kehakiman dan HAM,

- Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara serta

- Menteri Pendidikan Nasional

IGOS DESKTOP adalah sebuah brand software berbasis Open Source yang diluncurkan hari ini oleh Konsorsium
“IPTEKNET, LIPI dan PT INTI untuk memenuhi tuntutan masyarakat akan adanya product Open Source yang
siap-pakai sebagai alternatif untuk desktop productivity, serta mendukung upaya pemerintah dalam penggunaan
software legal di seluruh lapisan masyarakat.

IGOS DESKTOP ini merupakan aplikasi lengkap untuk Desktop yang telah mengintegrasikan Operating System, Office
productivity, Email Client, Instant Messaging Client, Browser dan Development Tool.

- Diskotix, merupakan distro Linux mini yang muat dalam 1 (satu) Floppy Disk 1,44 MB lengkap dengan aplikasi editor
teks, spreadsheet, kalkulator, game, dan utility. Antarmukanya menggunakan menu, tanpa harus login. Diskotix berisi:
kernel Linux 2.2, editor E3 (mirip WordStar), spreadsheet SC, game Tetris, Snake, dan Gomoku, Ash shell, Busybox,
dan utility fdisk dan mkdosfs. Tersedia juga antarmuka command-line.

- SLAMPP, merupakan distro yang dapat digunakan sebagai live CD atau instalasi, untuk membuat sebuah server
dengan cepat. Dengan catchphrase “Simple Solution for Home Server”, distro ini berbasis SLAX, sebuah distro live CD
http://prayudi.freecoolsite.com – ad-12 Labs Powered by Mambo Generated: 5 December, 2007, 06:54
berbasis Slackware.

- Pinux, atau POinter Linux, sebuah distro berbasis RedHat 9 yang dikembangkan oleh Warnet Pointer Semarang,
untuk mengganti sistem operasi di warnet akibat penyitaan komputer bersistem operasi Windows.

- Linux Ampera, adalah distro Linux yang dikembangkan oleh Pemerintah Propinsi Sumatera Selatan bekerja sama
dengan Digital Kreasi. Tujuan pembuatan linux ampera ini adalah untuk memperkenalkan apa dan bagaimana linux itu.
CD Linux Ampera 2 ini di-remaster dari distribusi linux Knoppix dengan penambahan/pengurangan aplikasinya, serta
dibuat bernuansa Ampera.

- Pazia Linux (d.h. PacerLinux), Asosiasi Perusahaan Komputer Indonesia (Apkomindo) memiliki cita-cita besar, yaitu
memperluas pengguna sistem operasi open source di Indonesia. Ini kaitannya pada daya beli masyarakat Indonesia
yang dianggap belum cukup kuat. Untuk inisiasi awal program Open Source Movement (OSM) tersebut, Pazia, salah
satu distributor Acer untuk produk notebook Aspire dan Ferrari, menjadi sponsornya.

- IGOS Nusantara 2006 adalah aplikasi desktop yang merupakan distro Linux berbasis Fedora Core 5, dengan
kemampuan untuk membuat/mengedit dokumen, database, spreadsheet, file grafis, maupun akses internet, chatting dan
e-mail.

Aplikasi yang terinstall dalam IGOS Nusantara 2006 antara lain : sistem operasi (Linux), aplikasi perkantoran (OpenOffice
2.0.2), Web Browser (FireFox), E-mail Client (Evolution); Chatting (GAIM), pengolahan grafis (GIMP)

- PC Linux Fiesta merupakan salah satu solusi aplikasi desktop yang berbasis PC Linux untuk memenuhi kebutuhan
akan pengguna pemula yang menginginkan OSS ‘user friendly’. Dikembangkan oleh pengembang lokal atas inisiatifnya
untuk mendukung Program IGOS. Distro ini dapat diperoleh dengan bebas dengan lisensi GPL.

- CHIPLux, distro live DVD berbasis PC Linux, yang berbasis PCLinuxOS yang didistribusikan majalah CHIP Indonesia
sebagai bonus edisi September 2006.

- Kuliax, Kuliax 6.0 adalah distribusi sistem GNU/Linux untuk pendidikan di

Universitas, khususnya Program Studi Teknologi Informasi atau yang berhubungan seperti Teknik Elektro (TE)
konsentrasi Sistem Komputer dan Informatika, Teknik Informatika (TF), Ilmu Komputer (IK), dan lain-lain. Walaupun
begitu, distro ini dapat pula digunakan pada

Program Studi/Jurusan lain yang membutuhkan perangkat lunak untuk melakukan komputasi

seperti Statistik dengan R-base, Pemodelan dengan Octave, dan lain-lain. Versi ini merupakan hasil usaha survei yang
cukup mendalam dan penyesuaian dengan kurikulum/silabus Program Studi Teknologi Informasi.

Kuliax 6.0 merupakan implementasi pertama dari rencana Kuliax Project, sebuah proyek untuk membawa Linux dan
Perangkat Lunak Bebas dan Open Source (PLBOS) ke dunia pendidikan di Universitas. Diharapkan distro ini bisa
menjadi dasar bagi pengembangan-pengembangan selanjutnya baik teknis seperti distro untuk tiap Program
Studi/Jurusan atau aplikasi

pendidikan, dan non teknis seperti pembuatan dokumentasi, pameran, seminar, workshop, dst.

Kuliax berbentuk live CD berbasis Debian Unstable/Testing dan Knoppix yang diarahkan ke penggunaan Linux Desktop.
Kuliax berisi aplikasi lengkap yang umum digunakan: perkantoran,

multimedia, produktivitas, perkakas, aplikasi yang digunakan di dunia pendidikan khususnya TI/TE/TF/IK, aplikasi dan
sistem yang disesuaikan dengan silabus/kurikulum (TI).

- Depdiknux, DEPDIKnux adalah distro linux yang di kembangkan oleh Departemen Pendidikan Nasional yang berfungsi
sebagai fasilitas untuk menyukseskan program Jaringan Pendidikan Nasional

DEPDIKnux di-develop / di-remaster dari Linux Debian dengan installer knoppix oleh saudara Hafidz salah seorang
Mahasiswa STBA Bandung.

http://prayudi.freecoolsite.com – ad-12 Labs Powered by Mambo Generated: 5 December, 2007, 06:54

Distro ini adalah turunan KNOPPIX-4.0.2 yang telah di buat ulang untuk keperluan JARDIKNAS.

Kami menyiapkan distro ini untuk :

- ICT gateway

- ICT Bandwidth Monitoring and management

Fitur depdiknux-setup

- menggunakan shell (dialog) yang user friendly

- support tambah/kurang user, tambah/kurang group, set ipaddress, set webserver, start/stop mysql server, start/stop
ssh server, start/stop ntop, whowatch, iptraf, nload, services, masquerading umum, dhcp-server.

- LiGOS AWALIi, Distro AWALI merupakan turunan Slackware yg telah dicustomisasi sedemikian rupa sehingga
diharapkan pengguna awam pun tidak akan sulit untuk menginstall distro ini (Proses instalasi menggunakan bahasa
Indonesia). LiGOS sendiri adalah grand project yang nantinya diharapkan dapat mencakup semua kebutuhan migrasi,
tidak hanya untuk warneter saja melainkan instansi, perusahaan maupun profesional.

Secara umum paket yang digunakan distro ini adalah sebagai berikut:

- Kernel 2.6.18.1

- Xorg 7.1.1

- OpenOffice 2.10

- Gimpshop 2.2.11

- Firefox 2.0

- Gaim 2.0beta5

- GyachImproved 1.0.5

- Adobe Acrobat 7.08

- ZenCafe, adalah kelanjutan dari LiGOS, dan merupakan subproject dari distro ZenWalk. Tidak jauh berbeda dengan
“orang tuanya”, Zencafe dianjurkan untuk digunakan di komputer kelas bawah. Idealnya Pentium II dengan RAM 128.
Menggunakan window manager XFCE, hampir mirip Gnome, hanya saja lebih ringan dan kurang begitu canggih.

- Sindos (Sistem Operasi Indonesia), merupakan sistem operasi berbasis Debian GNU/Linux yang memusatkan diri
untuk penggunaan sehari-hari.

Sindos dirancang untuk Anda yang terbiasa menggunakan Win XP dan ingin merasakan keandalan sistem operasi
GNU/Linux.

Sindos menggunakan Kernel 2.6.17-11 dengan desktop KDE 3.5.6 serta Openoffice 2.1 untuk tugas perkantoran dan
perangkat lunak GNU/Linux lainnya yang menunjang kegiatan Anda sehari-hari.

- targeT GNU/Linux (selanjutnya disebut targeT Linux) adalah distribusi linux yang sesuai namanya dikhususkan
sebagai “target/sasaran” hacking. Distro Linux ini dapat dijalankan langsung dari CDROM / Live CD maupun dari USB
Disk / Live USB. Komputer yang menjalankan distro ini nantinya akan berperan sebagai server target alias server
“korban”. Target dan korban disini maksudnya sebagai server yang menjalankan service-service yang diketahui memiliki
bug, cacat alias kelemahan didalam sistemnya. Kelemahan – kelemahan inilah yang nantinya digunakan oleh client /
attacker untuk “menguasai” server targeT. Distro ini merupakan turunan dari Slackware 11, dan dibuat dengan
menggunakan script dari linux-live.org. Script yang sama digunakan untuk membangun distro Backtrack.

- Dewalinux, merupakan Distribusi Linux hasil re-master dari distro Ubuntu 7.10 Gutsy Gibbon, yang dikemas lebih “user
friendly” sehingga memudahkan untuk pengguna baru Linux yang telah terbiasa dengan #indows. Selain edisi umum,
Dewalinux juga dikembangkan untuk kebutuhan-kebutuhan khusus:

http://prayudi.freecoolsite.com – ad-12 Labs Powered by Mambo Generated: 5 December, 2007, 06:54

- Dewalinux Edisi Exclusive : dibuat dengan kemasan khas Pemesan, dengan logo, slogan, visi/misi organisasi, dsb.

- Dewalinux Edisi Warnet : dibuat dengan fitur-fitur sesuai kebutuhan operasional warnet, termasuk billing system, dan
aplikasi-aplikasi yang umum digunakan oleh warnet.

- Linux GSI adalah sebuah sistem operasi yang berbasiskan Linux dan dibangun atas aplikasi yang bersifat Open
Source, yang digunakan sebagai perangkat di lingkungan pemerintah dalam menerapkan GSI (Government Secured
Intranet) atau Jaringan Komunikasi Pemerintah Tertutup.

Linux GSI berisi aplikasi-aplikasi GSI sehingga memungkinkan pengguna atau pelanggan GSI bisa langung terhubung
ke jaringan GSI. Aplikasi tersebut antara lain VPN, VoIP, SIAS, SMS Gateway, dan aplikasi tambahan lainnya seperti
OpenOffice, GAIM, GIMP, Firefox, Evolution, Minbar (Aplikasi pengingat shalat), Zekr (Aplikasi pembelajaran Al-Qur’an).

Linux untuk Kerja Sehari-hari dan Multimedia

Anda mungkin pernah mendengar pertanyaan-pertanyaan seperti ini, atau Anda sendiri pernah
berpikir untuk bertanya hal-hal serupa.
1. Buat apa Anda pakai Linux, kalau dengan Windows sudah bisa?
2. Apakah Linux dapat membaca file-file Windows?
3. Dapatkah Linux sebagai komputer multimedia?
4. Dapatkah Linux untuk bermain game?
5. Buat apa membeli, apalagi membajak Windows, kalau Linux bisa?
Linux dan Virus
Salah satu permasalahan dunia komputer saat ini, dengan berkembangnya Internet yang luar
biasa cepat, adalah virus. Hampir semua virus yang menyerang pengakses Internet adalah virus
untuk komputer berbasis MS Windows. Akibatnya, pengguna Windows harus selalu siap menderita
atau kecewa karena terganggu virus-virus.
Berbahagialah pengguna komputer berbasis Linux, karena sangat sulit virus berkembang di
komputer desktop Linux. Virus yang dibuat untuk Windows tidak merusak Linux. Bukan berarti
tidak ada virus di Linux, namun virus (lebuh tepat disebut worm atau cacing) yang pernah ada,
hanya menyerang server Linux yang kurang terawat atau terlambat di-update keamanannya.
Linux dan GUI
Tidak seperti Windows, yang hanya memiliki SATU GUI (Graphical User Interface). Misalnya,
Windows XP hanya memiliki GUI XP. Windows tidak bisa berganti-ganti GUI atau menjalankan
beberapa GUI secara bersamaan, TANPA RESTART. Windows, sesuai namanya, tidak bisa hidup
tanpa GUI.
Linux tidak punya Windows, tapi Linux punya “window-window” atau X-Window. Artinya,
secara bersamaan, kita dapat menjalankan beberapa GUI, misalnya KDE (mirip Windows XP),
GNOME (mirip Windows Me), IceWM (mirip Windows 95/98), fvwm (mirip Windows 3.11), dan
lain-lain. Lebih hebat lagi, Linux dapat hidup tanpa GUI. Server-server berbasis Linux, misalnya
mail server qmail yang setara MS Exchange server, dapat bekerja dengan baik pada komputer
Pentium I atau yang lebih kuno, dengan RAM 64 MB atau lebih kecil. Linux memiliki TUI (Text
User Interface) untuk mengadministrasi sistem, misalnya YaST dari SUSE yang dapat berjalan
tanpa X Window.
Linux dapat memiliki GUI seperti Windows XP dengan hardware yang setara dengan syarat
untuk Windows XP, misalnya minimal Pentium III, RAM 128 MB, dan sebagainya.
Linux dan Aplikasi Perkantoran
Aplikasi perkantoran yang populer di dunia Windows saat ini adalah MS Office. Sebenarnya, di
Windows juga ada office selain MS Office, misalnya WordPerfect, Lotus, AbiWord, dan
OpenOffice. AbiWord dan OpenOffice juga open source atau free software, seperti yang tersedia
untuk Linux.
Aplikasi perkantoran di Linux juga mulai mendekati kemampuan MS Office, misalnya
OpenOffice, yang paling populer saat ini karena sangat kompatibel dengan MS Office. Ada juga
yang lengkap, namun belum memenuhi keinginan mantan pengguna MS Office karena belum
1 / 2
sepenuhnya kompatibel, misalnya KOffice dari KDE. AbiWord dan Gnumeric yang mendekati
kesetaraan dengan MS Word dan MS Excel juga tersedia bebas di Linux.
Sayangnya, pengguna MS Access tidak menemukan database yang sangat mirip Access di
OpenOffice. Namun, OpenOffice dapat mengakses MySQL atau PostgreSQL melalui ODBC,
sehingga ada “peluang” pengguna MS Access untuk meningkatkan kemampuannya ke databse
SQL, tapi bukan ke MS SQL.
Linux dan Multimedia
Inilah kekuatan Linux yang tidak terbayangkan oleh Linus Torvalds pada saat pertama membuat
kernel (inti sistem operasi) Linux. Linux saat ini telah merambah ke dunia multimedia, mulai dari
sekadar multimedia player, audio dan video editor, hingga animator atau untuk pembuatan film
seperti Shrek 1 dan Shrek 2 yang sangat terkenal itu.
Sebagai player, atau pemutar lagu dan video, Linux membutuhkan spesifikasi yang tidak terlalu
berat. Untuk menjalankan audio-CD (CDA), file MP3 atau OGG, Linux dapat bekerja pada
komputer 486 dengan RAM 32 MB, tentu saja tanpa GUI yang indah. Beberapa pemutar lagu itu
antara lain mpg123, ogg123, cdplay, dan playmus. Bahkan untuk memutar lagu dan video (DVD,
VCD atau DAT, dan MPEG), Linux dapat bekerja tanpa harus menginstal ke harddisk, misalnya
Inul-Linux, yaitu distro Linux e-Movix, yang berisi sistem operasi Linux dan Mplayer, dengan
ukuran totalnya hanya sekitar 7 MB.
Masih dengan harddware rendah, Linux dapat berfungsi sebagai audio editor, misalnya dengan
ecasound. Dengan spesifikasi hardware yang baik, Linux juga dapat digunakan untuk mengedit
audio di X Window seperti Audacity, atau mengedit video dengan Cinelerra, CinePaint,
iMeraEditing, dll.
Untuk urusan multimedia grafika, Linux memiliki banyak pilihan untuk membuat atau mengedit
gambar. Ada GIMP untuk mengolah gambar bitmap atau raster, ada Sodipodi untuk melukis
gambar vektor, dll. GIMP setara dengan Photoshop dan sejenisnya, sedangkan Sodipodi setara
dengan CorelDraw, FreeHand, dll.
Linux dan Game
Banyak game yang dibuat untuk Windows dan Linux, misalnya Quake III Arena dan Unreal
Tournament dan game-game sejenis. Pembuat game open source juga menyediakan game-game
menarik di Linux.
Game di Linux memang belum sebanyak game di Windows. Namun, dengan Wine (emulator
Windows), kita dapat memainkan game Windows di Linux. Dengan emulator lainnya, kita juga
dapat memainkan game Dingdong dan PlayStation (PS) di Linux.
Penutup
Tidak diragukan lagi, Linux telah dapat digunakan sebagai sistem operasi untuk bekerja sehari-hari.
Dengan keterbatasannya saat ini, Linux telah mampu menggantikan sistem operasi lainnya untuk
multimedia, bahkan untuk membuat film dengan menggantikan super komputer.
Daftar perbandingan aplikasi di Windows dan di Linux dapat dilihat di
http://linuxshop.ru/linuxbegin/win-lin-soft-en/.
2 / 2

(pernyataan ini dibuat oleh Pak Rusmanto pimred majalah Infolinux)

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.